lena

saya magdalena merichel betty,lahir di palembang 08-12-91, anak pertama(kembar)dari 3 bersaudara kuliah di jakarta di uki,falkultas FKIp, prodi PAK

Senin, 28 Oktober 2013

Cerita


 Suatu ketika terjadi percakapan yang "Panas" diantara seorang ibu dan anak laki-lakinya...

Ibu : Nak, mau kemanakah engkau anakku???

Anak : Aku mau pergi, Mak???

Ibu : Mau pergi kemana engkau anakku??

Anak : Aku mau pergi ke Gunung bersama teman-teman kampusku, Mak.

Ibu : Jangan Nak... Mak Lihat hari ini cuaca tidak baik, hujan mau turun.. kilat dah mulai nembak-nembak... jangan pergi engkau ya nak..

Anak : Kenapa Pula Emak melarangku??!! Aku kan sudah besar Mak.. Apa Mak tidak percaya denganku???

Setelah percakapan singkat itu, anak dari Ibu tua itu tetap pergi [tanpa menghiraukan pesan orangtuanya], meninggalkan Ibunya sendiri dirumah dan berangkat bersama teman-temannya.

Si Ibu tua itu menangis... dalam tangisan itu ia berkata-kata, Jika sebenarnya engkau tahu dahulu bapakmu juga pergi dalam kondisi seperti ini anakku. Mak sayang sekali sama mu Nak. Mak ga mau orang yang paling Mak sayangi juga pergi meninggalkan Emak sendiri di dunia ini.

Si Ibu Tua itu tidak kuasa menahan gejolak yang terus bergolak di dalam hatinya. Di dalam kesendiriannya ia berdoa semalam suntuk demi keselamatan anak semata wayang yang paling dikasihinya.

Keesokan harinya kabar pun terdengar, rombongan mahasiswa yang pergi mendaki gunung 2 hari yang lalu didapati telah meninggal karena tanah yang mereka lewati longsor dan masuk ke dalam jurang.

Betapa pedih hati si Ibu mendengar berita itu.

Ketika berjalan menuju tim SAR, Si IBu terus berdoa dan berharap semoga anaknya selamat dalam peristiwa tersebut. Ternyata harapannya hanya tinggal harapan. Hati Si Ibu benar-benar tak kuasa melihat anaknya yang telah terbujur kaku di sebuah ruangan. Air matanya terus mengalir dan si Ibu benar-benar merasa menjadi orang tua dan istri yang tidak berguna. Ia terus menyesali dirinya.

Sampai pada akhirnya setiba di rumah ia mengakhiri hidupnya.

Ibu : "AKu benar-benar menjadi orang yang tidak berguna di dunia ini, suami yang kusayangi pergi meninggalkanku... anak yang kusayangi juga pergi meninggalkanku. Kenapa aku tidak bisa tegas melarang mereka agar mereka tidak pergi!!! Kenapa aku begitu lemah!!!" Dalam keputusasaannya itu ia mengakhiri hidupnya.

Pesan moral yang mau kita ambil dari cerita ini adalah : rasa sayang yang tidak ditempatkan dalam cara yang benar amat jarang dimengerti oleh orang lain-yang menjadi sasaran rasa sayang tersebut.

Yang banyak terjadi adalah hal sebaliknya. Orang tersebut merasa tidak dihargai, tidak dipercaya, tidak dimengertiin dan lain sebagainya. Salah satu contoh yang banyak terjadi adalah larangan orang tua kepada anak-anaknya agar tidak pergi larut malam atau pulang larut malam. Contoh lain yang juga sering terjadi adalah seorang pasangan melarang kekasihnya untuk tidak merokok.

Mari kita melatih diri agar dapat menyampaikan/menyalurkan rasa sayang dalam cara yang tepat dan di waktu yang tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar